News & Event
LIF Aceh Programme
AFEP Bangun Pusat Pembibitan Leuser di Nagan dan Abdya
AFEP Bangun Pusat Pembibitan Leuser di Nagan dan Abdya
AFEP Bangun Pusat Pembibitan Leuser di Nagan dan Abdya
Oleh : Chik Rini
Proyek AFEP bekerjasama dengan Pusat Agroforestry Dunia (ICRAF) dan Winrock International mengembangkan pusat pembibitan berkualitas yang diberi nama Leuser Nurseries of Excellence (NOEL). Program ini sudah dimulai sejak April 2009 di Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh dan melibatkan 23 kelompok tani dengan 289 anggota. Hingga saat ini 156.000 bibit karet, 60.000 bibit coklat, 2.900 bibit durian, dan 6.000 bibit karet budwood telah didistribusikan kepada kelompok-kelompok.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan rehabilitasi lahan di Kawasan Ekosistem Leuser, meningkatkan sistem pertanian berbasis pohon (Agroforestry) dan mengembangkan mata pencaharian masyarakat.. Tujuan akhirnya adalah membantu upaya konservasi keanekaragaman hayati yang unik di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL).
Kegiatan ini melibatkan 54 persen kaum perempuan dan sisanya kelompok pria. Mereka diajarkan melalui pendekatan sekolah lapangan untuk dapat menghasilkan bibit bermutu yang kelak bisa disebarluaskan ke seluruh Aceh. Program NOEL Leuser dimulai pada bulan April 2009 dan dirancang untuk beroperasi selama 18 bulan.
Lokakarya permulaan program telah diselenggarakan pada 11 Juni 2009. Acara ini dihadiri 51 mitra - 26 petani, 15 staf pemerintah, dan 10 staf ICRAF/Winrock dan YLI. Ikhtisar Program disampaikan oleh ICRAF / Winrock. YLI dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan tingkat Kabupaten (Kabupaten Nagayan Raya dan Abdya) memberikan presentasi tentang program terkait. Para petani diberi kesempatan untuk memberikan masukan tentang Program Noel Leuser. Rancangan program dasar disetujui oleh para peserta.
Dalam program ini masyarakat petani diberdayakan untuk memperoleh akses ke bahan-bahan tanaman yang berkualitas tinggi dan memberi mereka keterampilan yang diperlukan untuk mengoperasikan tempat pembibitan pohon berkualitas dan meningkatkan pengelolaan kebun pohon mereka. Bibit yang berkualitas tinggi akan memberikan hasil yang lebih cepat. Ini akan dicapai melalui peningkatan kapasitas lokal serta melalui produksi dan promosi "pohon yang diinginkan masyarakat" yang memiliki fungsi ekonomi dan lingkungan hidup.
Cara pendekatan program NOEL adalah bekerja sama dengan para petani yang termotivasi dan komit untuk meningkatkan sistem agroforestry mereka dan orientasi pasar melalui pembentukan tempat pembibitan berkualitas. Pelatihan awal diberikan kepada para pemimpin petani untuk menganalisa kondisi yang ada, mengidentifikasi prioritas, dan menyusun rencana kerja. Selanjutnya ditindaklanjuti dengan bantuan kepada kelompok petani yang untuk membangun tempat pembibitan berkualitas dan melaksanakan rencana kerja. Pendekatan bersifat fleksibel dan dinamis, disesuaikan dengan prioritas nyata dari masing-masing mitra; dan dilaksanakan berdasarkan yang lebih dulu siap yang dilayani lebih dulu..
Lokasi Program berada di lahan pertanian kosong, kebun dan lahan pemerintah yang memerlukan rehabilitasi.. Sejauh ini lahan hutan negara tidak diseleksi - para petani lebih suka bekerja di lahan yang memberikan mereka hak penuh atas hasil panen. Semua mitra telah sepakat bahwa bibit yang diproduksi di tempat pembibitan mereka akan digunakan untuk rehabilitasi lahan atau dijual di pasar bibit pohon lokal. Selanjutnya, mereka sepakat untuk tidak mengkonversi hutan alam menjadi areal penggunaan lain.
Tahap awal ini bibit berkualitas didatangkan dari Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jambi, dan Medan. Target ke depan, diharapkan petani dapat mengembangkan pusat pembibitan berkualitas secara mandiri untuk memasok kebutuhan bibit unggul ke seluruh Aceh. Diperkirakan bahwa nilai pasar stok bibit ketika siap untuk tanam akan menjadi sekitar AS $ 97.000.


