News & Event
FFI Aceh Programe
Gajah Jinak Didatangkan ke CRU Pante Ceureumen
Gajah Jinak Didatangkan ke CRU Pante Ceureumen
Harian Serambi Indonesia.
MEULABOH - Tim Flora Fauna Internasinal (FFI) pada bulan Nopember 2009 ini akan mendatangkan lima gajah jinak dari pusat pelatihan gajah jinak di Saree, Aceh Besar ke Conservation Response Unit (CRU) Pante Ceureumen, Aceh Barat. Staf Informasi dari FFI, Firman di Meulaboh kepada Serambi, Rabu (14/10) mengatakan, keberadaan CRU adalah sebagai tempat konservasi gajah sebab selama ini lokasi itu sering menjadi langganan gangguan gajah liar. “Dengan ada CRU yang lengkap dengan gajah jinak akan menjadi penghadang bagi gajah liar,” ujarnya.
Diakui, CRU yang dibentuk ada tiga lokasi di Aceh yakni pertama di Kecamatan Sampoiniet, Aceh Jaya yang sekarang sudah didatangkan empat gajah jinak, selanjutnya CRU Mane, Pidie yang mana gajah jinak dari Saree, Aceh Besar juga sudah didatangkan ke lokasi. Selanjutnya CRU di Pante Ceuremen Aceh Barat gajah jinak juga akan didatangkan.
Menurutnya, pada Selasa (13/10) tim donor dari World Bank yakni Joe Leitman, selanjutnya Geumala Yatim dari MDF, Yuswar Yunur dari Yayasan Lauser Internasional, Darmawan dari FFI Indonesia, Giovanni dari Uni Eropa, dan Matt Lingkie dari FFI Aceh yang didampingi pejabat Aceh Jaya melalukan kunjungan ke CRU Ie Jeureuneh Kecamatan Samponiet. “Supervisi dilakukan setiap enam bulan sekali adalah untuk menentukan program kegiatan FFI Aceh,” ujar Akil Abdul Jalil, salah seorang anggota dari tim World Bank.
Firman mengatakan CRU di Ie Jeureuneh didirikan pada awal 2009 lalu dilengkapi empat ekor gajah jinak adalah salah satunya bertujuan memfasilitasi pemantauan gajah liar dan menjalankan kegiatan pendidikan agar masyarakat dapat memahami tentang satwa liar, guna menhindari komplik gajah dengan manusia beberapa waktu terakhir tinggi sehingga kedepan akan hidup secara berdampingan dan aman.(riz)


